Kegiatan Soskab di Disperkimtan Seruyan

Kegiatan Sosialisasi Kabupaten (SOSKAB) penyelenggaraan bantuan perumahan Kabupaten Seruyan Tahun anggaran 2021 . SOSKAB ini diselenggarakan di Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan Kabupaten Seruyan dilaksanakan pada hari jumat tanggal 09 april 2021

Seruyan Laksanakan Amanat UU Desa Alokasikan 10 Persen APBD Untuk ADD

seruyan-laksanakan-amanat-uu-desa-alokasikan-10-persen-apbd-untuk-addKUALA PEMBUANG – Pemerintah Kabupaten Seruyan sudah melaksanakan amanat Undang-undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa. Karena pada tahun 2016 ini telah mengalokasikan anggaran sebesar 10 persen dari total APBD untuk alokasi dana desa (ADD).

Bupati Seruyan H Sudarsono SH, mengatakan, sesuai Undang-Undang, pemerintah daerah kabupaten atau kota paling sedikit 10 persen harus mengalokasikan Anggaran  Dana Desa (ADD) untuk desa.

Pada tahun 2016 ini, ujarnya, Pemkab Seruyan mengalokasikan anggaran sebesar Rp78.488.077.800 untuk desa. Anggaran ini belum termasuk Dana Desa (DD) dari pemerintah pusat melalui APBN yang tahun ini dialokasikan Rp63.012.942.000. Sehingga totalnya Rp141.501.019.800.

“Jika dikalkulasikan dengan jumlah desa yang ada di Seruyan, maka masing-masing desa mendapatkan dana berkisar Rp1,2 miliar hingga Rp2 miliar, tergantung dari indikator-indikator perhitungan yang  ditetapkan,” jelasnya.

Menurut Bupati, tantangan terbesar yang dihadapi terkait pengelolaan anggaran bagi tiap-tiap desa saat ini adalah masih terbatasnya Sumber Daya Manusia (SDM) yang dimiliki. Bahkan ada kekhawatiran dana itu bisa disalahgunakan.

Untuk itu, Sudarsono berpesan kepada seluruh Kades beserta perangkatnya agar mempergunakan dana tersebut sesuai dengan peruntukannya yang telah tersusun melalui APBDes.

sumber: http://kalteng.prokal.co/read/news/33169-seruyan-laksanakan-amanat-uu-desa-alokasikan-10-persen-apbd-untuk-add.html

Petani Seruyan Didorong Kembangkan Bawang Merah

sejumlah-pengunjung-melihat-pertanian-bawang-merah-saat-kegiatan-hari-_161028144152-877

KUALA PEMBUANG — Bupati Seruyan, Kalimantan Tengah mendorong para petani mengembangkan tanaman bawang merah sebagai upaya untuk meningkatkan sumber pendapatan bagi petani di wilayah tersebut. “Kita mendorong petani mengembangkan tanaman bawang merah sehingga produksi dari tanaman tersebut bisa menjadi sumber pendapatan keluarga para petani,” kata Sudarsono, belum lama ini.

Ia mengatakan, berdasarkan perhitungan Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP), bawang merah merupakan tanaman yang berpeluang untuk meningkatkan penghasilan petani. Dengan modal Rp 75 juta per hektare, selama dua bulan tanaman bawang merah mampu memberikan pendapatan mencapai Rp 300 juta.

“Karena mampu memberikan pendapatan yang sangat tinggi, maka petani di beberapa daerah di Kalteng sudah ada yang fokus atau beralih hanya untuk menanam tanaman bawang,” katanya.

Selain itu, permintaan pasar untuk bawang merah relatif tinggi, sedangkan kebutuhan bawang merah untuk Kalteng khususnya Seruyan masih dipasok dari Pulau Jawa. “Tinggi permintaan pasar ini merupakan peluang yang mestinya harus dimanfaatkan oleh masyarakat atau petani,” katanya.

Ia menambahkan, dikembangkannya tanaman bawang merah merupakan salah satu upaya untuk memanfaatkan lahan yang selama ini banyak tidak digunakan oleh masyarakat.
“Menanam bawang merah juga menjadi solusi bagi para petani di Seruyan untuk memanfaatkan lahan tidak terpakai saat musim kemarau, sebab budidaya bawang merah tidak menggunakan air banyak dibandingkan tanaman padi,” katanya.

Ia menegaskan, untuk mendorong pengembangan tanaman bawang, Pemerintah Kabupaten Seruyan akan selalu berupaya untuk mendampingi dan membantu memenuhi kebutuhan para petani dalam mengembangkan tanaman bawang. “Pemerintah akan terus berupaya membantu memenuhi apa yang diperlukan agar masyarakat khususnya petani bisa memanfaatkan lahan untuk membawa kesejahteraan bagi kita semua,” katanya.

sumber: http://www.republika.co.id/berita/nasional/intan/16/11/02/ofzym9368-petani-seruyan-didorong-kembangkan-bawang-merah